Testimoni
Izinkan saya berbagi cerita tentang situasi saat suami saya, Budi, diyatakan terpapar Covid-19. Saat itu, seisi rumah diliputi perasaan takut, cemas, sedih, kuatir, dan berbagai perasaan negatif lain yang membuat suasana rumah terasa suram. Kami tinggal bersama mama dan anak kami Ardi.
Budi diperiksa pada tanggal 29 September 2020. Setelah pemeriksaan, Budi langsung menjalani isolasi mandiri di rumah kami yang satunya. Kami semua sangat takut, kuatir, cemas, sedih dan bingung menunggu hasil SWAB PCR tersebut.
Dalam kondisi dipenuhi ketakutan ini, saya minta tolong kepada Bapak Adi W. Gunawan untuk membantu Budi. Pak Adi menenangkan saya dan berpesan agar saya banyak berdoa dan mengirim energi cinta kasih pada suami. Pak Adi juga memberikan audio Quantum Morphic Field Relaxation (QMFR) untuk Budi dengar.
Karena suhu tubuhnya terus naik sampai 39,8 dan saturasi oksigen dalam tubuh terus menurun, Budi minta dirawat di rumah sakit saja. Ia dirawat di ruang isolasi emergency, karena kamar untuk pasien covid penuh.
Saya pribadi lebih tenang jika Budi dirawat di rumah sakit daripada menjalani isolasi mandiri di rumah. Di sana dia dirawat oleh para ahli medis yang berpengalaman. Pada saat seperti ini, saya hanya bisa berkomunikasi dengan Budi lewat handphone. Selama dalam perawatan Budi rutin mendengarkan audio QMFR sehari dua kali, kadang tiga kali.
Walaupun Budi tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, berkat relaksasi yang dilakukan, tekanan darahnya menjadi relatif stabil. Meskipun kadang – kadang naik, namun masih dalam batas yang tidak mengkhawatirkan.
Meskipun masih dipenuhi oleh rasa takut dan cemas, saya sadar bahwa saya harus tenang. Suami, anak dan Mama saya membutuhkan saya. Jika saya kacau maka mereka semua akan lebih kacau. Dalam kondisi ini, teknik teknik terapi yang saya pelajari dari Pak Adi membantu sekali.
Saya menetralkan semua rasa takut, cemas, sedih dan kuatir saya satu per satu dengan menggunakan The Heart Technique®. Setelah saya tenang, saya membantu menenangkan Mama dengan menggunakan teknik yang sama.
Saya ingin berbagi cerita tentang audio Quantum Morphic Field Relaxation® (QMFR). Audio QMFR ini sangat istimewa.
Energi dalam audio QMFR diprogram untuk mengalir ke setiap bagian tubuh secara detil dan runtut untuk membantu memulihkan kondisi fisik.
Pengalaman rileksasi dengan QMFR ini sangat luar biasa. Saya merasakan energi yang sangat besar, energi cinta kasih tanpa syarat yang berpendar-pendar, seperti bola energi di telapak tangan namun ini jauh lebih besar, membuat tubuh terasa menebal, ada aliran listrik di pipi kiri, dan setelah selesai ini sangat menyenangkan rasanya, sampai saat ini setiap pagi saya melakukan rileksasi QMFR dengan sensasi yang berbeda- beda dan saya mendapatkan manfaat yang sangat besar.
Terkadang saya merasakan otot-otot kaki dan paha juga bisa bergerak sendiri. Lalu saat meniatkan suatu kondisi fisik yang tidak enak di tubuh, saya membayangkan tenggorokan saya (karena sudah beberapa bulan ini suka terasa kering banget) setelah melakukan rileksasi beberapa kali sekarang kondisi tenggorokan sudah normal kembali. Semua sisa-sisa perasaan cemas, kawatir yang berlebihan juga hilang dengan sendirinya.
Saya juga ingin cerita tentang keberuntungan saya karena Pak Adi mengajari saya teknik penyembuhan dengan basis energi cinta kasih. Dengan teknik ini saya bisa membantu menenangkan pikiran dan peraaan Budi selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Setiap saya melakukan, Budi dapat merasakan aliran energi cinta kasih mengalir ke dadanya, membuat perasaannya lebih tenang, dadanya terasa hangat.
Teknik lain yang saya praktekkan adalah terapi Mind-Body, yang Pak Adi ajarkan secara khusus pada saya, sehari 2x untuk membantu Budi. Saya sendiri pernah melakukan untuk diri saya sendiri dengan hasil yang sangat luar biasa.
Ketenangan dan keseimbangan batin memang sangat diperlukan di saat-saat seperti ini, sehingga bisa memberikan vibrasi positif pada lingkungan saya. Budi, Mama dan Ardi menjadi tenang. Saya menjadi pasrah total, bahwa yang terjadi ini di luar kekuasaan saya, dan kami harus jalani ini. Penerimaan dan kepasrahan ini membawa banyak kelegaan bagi kami. Semua pasti berlalu dan semua akan baik-baik saja.
Tanggal 12 Oktober 2020 hasil Swab kedua Budi yang diambil pada tanggal 9 oktober telah dinyatakan negative Covid-19. Selain itu hasil saya dan Ardi juga dinyatakan negative Covid-19.
Saya sangat bersyukur, dengan perawatan rumah sakit dan team medis yang hebat, obat-obatan dan makanan sehat, serta perhatian dan doa dari semua sahabat dan kerabat, terlebih lagi pada semesta yang telah membawa saya bertemu dengan Bapak Adi W. Gunawan.
Saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar AWGI. Saya bisa kenal dokter Liman yang banyak membantu dalam hal medis yang tidak saya mengerti. Semesta membuka jalan pada saya untuk bertemu dengan para orang hebat yang sungguh rendah hati dan penuh perhatian.
Budi diperiksa pada tanggal 29 September 2020. Setelah pemeriksaan, Budi langsung menjalani isolasi mandiri di rumah kami yang satunya. Kami semua sangat takut, kuatir, cemas, sedih dan bingung menunggu hasil SWAB PCR tersebut.
Dalam kondisi dipenuhi ketakutan ini, saya minta tolong kepada Bapak Adi W. Gunawan untuk membantu Budi. Pak Adi menenangkan saya dan berpesan agar saya banyak berdoa dan mengirim energi cinta kasih pada suami. Pak Adi juga memberikan audio Quantum Morphic Field Relaxation (QMFR) untuk Budi dengar.
Karena suhu tubuhnya terus naik sampai 39,8 dan saturasi oksigen dalam tubuh terus menurun, Budi minta dirawat di rumah sakit saja. Ia dirawat di ruang isolasi emergency, karena kamar untuk pasien covid penuh.
Saya pribadi lebih tenang jika Budi dirawat di rumah sakit daripada menjalani isolasi mandiri di rumah. Di sana dia dirawat oleh para ahli medis yang berpengalaman. Pada saat seperti ini, saya hanya bisa berkomunikasi dengan Budi lewat handphone. Selama dalam perawatan Budi rutin mendengarkan audio QMFR sehari dua kali, kadang tiga kali.
Walaupun Budi tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari, berkat relaksasi yang dilakukan, tekanan darahnya menjadi relatif stabil. Meskipun kadang – kadang naik, namun masih dalam batas yang tidak mengkhawatirkan.
Meskipun masih dipenuhi oleh rasa takut dan cemas, saya sadar bahwa saya harus tenang. Suami, anak dan Mama saya membutuhkan saya. Jika saya kacau maka mereka semua akan lebih kacau. Dalam kondisi ini, teknik teknik terapi yang saya pelajari dari Pak Adi membantu sekali.
Saya menetralkan semua rasa takut, cemas, sedih dan kuatir saya satu per satu dengan menggunakan The Heart Technique®. Setelah saya tenang, saya membantu menenangkan Mama dengan menggunakan teknik yang sama.
Saya ingin berbagi cerita tentang audio Quantum Morphic Field Relaxation® (QMFR). Audio QMFR ini sangat istimewa.
Energi dalam audio QMFR diprogram untuk mengalir ke setiap bagian tubuh secara detil dan runtut untuk membantu memulihkan kondisi fisik.
Pengalaman rileksasi dengan QMFR ini sangat luar biasa. Saya merasakan energi yang sangat besar, energi cinta kasih tanpa syarat yang berpendar-pendar, seperti bola energi di telapak tangan namun ini jauh lebih besar, membuat tubuh terasa menebal, ada aliran listrik di pipi kiri, dan setelah selesai ini sangat menyenangkan rasanya, sampai saat ini setiap pagi saya melakukan rileksasi QMFR dengan sensasi yang berbeda- beda dan saya mendapatkan manfaat yang sangat besar.
Terkadang saya merasakan otot-otot kaki dan paha juga bisa bergerak sendiri. Lalu saat meniatkan suatu kondisi fisik yang tidak enak di tubuh, saya membayangkan tenggorokan saya (karena sudah beberapa bulan ini suka terasa kering banget) setelah melakukan rileksasi beberapa kali sekarang kondisi tenggorokan sudah normal kembali. Semua sisa-sisa perasaan cemas, kawatir yang berlebihan juga hilang dengan sendirinya.
Saya juga ingin cerita tentang keberuntungan saya karena Pak Adi mengajari saya teknik penyembuhan dengan basis energi cinta kasih. Dengan teknik ini saya bisa membantu menenangkan pikiran dan peraaan Budi selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Setiap saya melakukan, Budi dapat merasakan aliran energi cinta kasih mengalir ke dadanya, membuat perasaannya lebih tenang, dadanya terasa hangat.
Teknik lain yang saya praktekkan adalah terapi Mind-Body, yang Pak Adi ajarkan secara khusus pada saya, sehari 2x untuk membantu Budi. Saya sendiri pernah melakukan untuk diri saya sendiri dengan hasil yang sangat luar biasa.
Ketenangan dan keseimbangan batin memang sangat diperlukan di saat-saat seperti ini, sehingga bisa memberikan vibrasi positif pada lingkungan saya. Budi, Mama dan Ardi menjadi tenang. Saya menjadi pasrah total, bahwa yang terjadi ini di luar kekuasaan saya, dan kami harus jalani ini. Penerimaan dan kepasrahan ini membawa banyak kelegaan bagi kami. Semua pasti berlalu dan semua akan baik-baik saja.
Tanggal 12 Oktober 2020 hasil Swab kedua Budi yang diambil pada tanggal 9 oktober telah dinyatakan negative Covid-19. Selain itu hasil saya dan Ardi juga dinyatakan negative Covid-19.
Saya sangat bersyukur, dengan perawatan rumah sakit dan team medis yang hebat, obat-obatan dan makanan sehat, serta perhatian dan doa dari semua sahabat dan kerabat, terlebih lagi pada semesta yang telah membawa saya bertemu dengan Bapak Adi W. Gunawan.
Saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar AWGI. Saya bisa kenal dokter Liman yang banyak membantu dalam hal medis yang tidak saya mengerti. Semesta membuka jalan pada saya untuk bertemu dengan para orang hebat yang sungguh rendah hati dan penuh perhatian.
—